Sekitar 35 persen penjualan Suzuki XL7 di Jawa Timur berasal dari varian non-hybrid. Kekhawatiran biaya baterai menjadi salah satu pertimbangan konsumen.OTOJATIM – Pilihan konsumen terhadap teknologi hybrid pada kendaraan keluarga masih beragam. Hal itu juga terlihat pada penjualan Suzuki XL7 terbaru di Jawa Timur, yang masih memiliki porsi cukup besar untuk varian non-hybrid.
![]() |
| Jajaran Suzuki XL7 terbaru yang disiapkan untuk konsumen dalam seremoni penyerahan perdana di Hedon Estate, Surabaya, Sabtu (5/9/2026). |
“Untuk yang non-hybrid kurang lebih 35 persen dari total penjualan. Untuk yang hybrid sekitar 35-40 persen,” ujar Wiyarso.
Menurut dia, sebagian konsumen memiliki pertimbangan tersendiri ketika memilih kendaraan tanpa teknologi hybrid. Salah satunya adalah kekhawatiran terhadap biaya baterai apabila suatu saat mengalami kerusakan.
“Karena ada konsumen-konsumen lama ini banyak juga yang memilih sebisa mungkin yang tanpa ada baterai. Ada konsumen-konsumen yang tidak mau pakai hybrid,” katanya.
Kekhawatiran tersebut menjadi salah satu hal yang ditemui UMC ketika berkomunikasi dengan calon konsumen. Biaya baterai yang dianggap cukup mahal membuat sebagian pembeli memilih teknologi yang lebih familiar.
Meski demikian, UMC tetap memberikan edukasi mengenai manfaat sistem hybrid, terutama terkait efisiensi konsumsi bahan bakar serta keuntungan lain yang ditawarkan teknologi tersebut.
Wiyarso mengatakan keputusan konsumen pada akhirnya kembali pada kebutuhan dan preferensi masing-masing. Karena itu, Suzuki tetap menghadirkan pilihan XL7 dalam konfigurasi hybrid dan non-hybrid.
“Makanya Suzuki membuat tipe XL7 ini ada yang hybrid, ada yang non-hybrid. Terutama yang non-hybrid ini di tipe Zeta, tipe yang terendah,” jelasnya.
Varian Non-Hybrid Tetap Punya Fitur Lengkap
Kehadiran XL7 non-hybrid juga menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin mendapatkan SUV keluarga dengan harga lebih terjangkau tanpa harus menggunakan teknologi hybrid.
![]() |
| Perwakilan UMC bersama konsumen yang menerima Suzuki XL7 terbaru dalam seremoni penyerahan perdana di Surabaya |
“Dengan tipe yang terendah pun, secara fitur-fiturnya juga sudah lengkap,” ujarnya.
Suzuki XL7 terbaru tersedia dalam tiga pilihan, yakni New Alpha Hybrid, New Beta Hybrid, dan New Zeta. Varian New Alpha Hybrid dan New Beta Hybrid menggunakan sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS), sedangkan New Zeta menjadi pilihan non-hybrid.
Untuk pasar Jawa Timur, harga XL7 dimulai dari Rp289 juta untuk New Zeta M/T. Sementara New Zeta A/T dibanderol Rp300 juta. Pilihan hybrid tersedia mulai dari New Beta Hybrid M/T seharga Rp318,5 juta hingga New Alpha Hybrid A/T two-tone Rp346 juta.
XL7 Terbaru Dapat Respons Positif
Pilihan konsumen terhadap dua teknologi tersebut hadir di tengah respons positif terhadap XL7 terbaru. Dalam satu bulan sejak diperkenalkan, UMC mencatat pemesanan lebih dari 150 unit.
Dari komposisi pemesanan tersebut, New Alpha menjadi varian yang paling banyak diminati dengan kontribusi 45 persen. New Zeta menyusul dengan 37 persen, sedangkan New Beta sebesar 17 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan konsumen memiliki pertimbangan yang beragam dalam memilih XL7. Sebagian menginginkan teknologi hybrid, sementara kelompok lainnya tetap mempertimbangkan varian non-hybrid.
Bagi UMC, keberadaan dua pilihan tersebut menjadi cara untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang berbeda di pasar Jawa Timur.


